HUMI Digital Awareness

Etika Berbagi Screenshot, Data, dan Informasi Internal

Panduan agar screenshot dan informasi internal tidak membocorkan data yang tidak perlu diketahui penerima.

09 Digital Etiquette
Komunikasi Digital Corporate Awareness
Tujuan materi Screenshot sering membantu menjelaskan masalah, tetapi bisa ikut membawa data pribadi, nominal, atau informasi internal.

Kenapa penting

Informasi yang terlihat kecil pada layar dapat menjadi sensitif jika tersebar ke pihak yang tidak tepat.

Prinsip singkat

Jika ragu, batasi akses, gunakan kanal resmi, dan minta validasi sebelum membagikan informasi kerja yang sensitif.

Poin utama yang perlu diingat

01

Blur data sensitif

Tutup NIK, nomor rekening, email pribadi, token, nomor telepon, dan data pelanggan.

02

Pilih area layar

Capture bagian yang relevan saja, bukan seluruh desktop.

03

Gunakan kanal resmi

Kirim screenshot melalui tiket atau email kerja sesuai kebutuhan.

04

Cek metadata

Pastikan file gambar tidak memuat informasi yang tidak perlu.

Yang sebaiknya dilakukan

  • Tambahkan konteks singkat ketika mengirim screenshot.
  • Hapus data yang tidak relevan sebelum dibagikan.
  • Gunakan ticketing untuk laporan kendala teknis.
  • Simpan bukti komunikasi penting di kanal resmi.

Yang perlu dihindari

  • Mengirim screenshot berisi data pribadi ke grup besar.
  • Membagikan token, OTP, atau password dalam gambar.
  • Menyebarkan percakapan internal tanpa izin.
  • Mengunggah screenshot sistem perusahaan ke media sosial.

Checklist sebelum selesai

  • Data sensitif sudah ditutup.
  • Penerima memang perlu melihat gambar tersebut.
  • Konteks pesan sudah jelas.
  • Tidak ada password, token, atau data pribadi terlihat.
  • Kanal pengiriman sudah sesuai.

Contoh situasi

Saat melaporkan error aplikasi, capture pesan error dan halaman yang relevan. Tutup data pelanggan atau data pribadi sebelum dilampirkan.